Matainformasi. Com, Luwu – Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, terus fokus mengembangkan tiga sektor unggulan selama hampir lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kepala Desa Baso Jima, Amd.Kom. Ketiga sektor tersebut adalah peternakan, pertanian, dan perkebunan, yang dinilai menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kalau tiga sektor ini kita genjot, masyarakat pasti sejahtera,” ujar Baso Jima saat ditemui pada Senin, 7 Juli 2025.
Sektor peternakan menjadi program prioritas pemerintah desa, khususnya pengembangan ternak kambing dan sapi. Saat ini, terdapat sekitar 10 peternak kambing aktif di desa. Baso Jima mencontohkan bahwa satu peternak dengan lima ekor indukan kambing sudah cukup untuk membiayai pendidikan satu anak hingga ke perguruan tinggi—asal dikelola dengan baik dan konsisten.
“Saya belajar dari daerah lain, satu indukan sapi saja sudah bisa membiayai satu anak sampai selesai sekolah, asal dikelola dengan sistem yang baik,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa sistem peternakan yang diterapkan masih belum maksimal, baik dari segi data kelompok ternak maupun manajemen di lapangan. Untuk itu, pemerintah desa mulai menyeleksi calon peternak yang benar-benar serius. Mereka diberi bantuan ternak, sedangkan warga diminta menyediakan kandang.
Dana desa juga telah dialokasikan untuk membentuk kelompok peternakan, sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional.
Di sektor pertanian dan perkebunan, komoditas utama Desa Balla adalah kakao (cokelat). Terdapat sekitar 200 hektar sawah dan area perkebunan kakao seluas 6 hektar. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi tanah yang kurang subur.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pH tanah rata-rata di bawah 6, padahal idealnya minimal pH 6 dibutuhkan untuk mendukung produktivitas pertanian secara optimal.
“Tanah di sini sakit, perlu kita sehatkan kembali. Kami usulkan di forum untuk menggunakan penetral tanah agar bisa kembali produktif,” ungkap Baso Jima.
Kepala Desa Balla berharap adanya dukungan dari pemerintah kabupaten, khususnya dalam bentuk alat dan teknologi pertanian (alsintan) seperti traktor dan alat pengolah tanah. Dengan begitu, produktivitas sektor pertanian dan perkebunan bisa terus ditingkatkan.
“Kalau petani sejahtera, pasti mereka membangun. Kalau tidak ada pemasukan, bagaimana bisa membangun? Harapan saya, semoga pemerintah bantu alat pertanian untuk menggenjot potensi di Desa Balla,” tutupnya.(*)










