Matainformasi.com, Luwu — PT Masmindo Dwi Area menggelar pekan lingkungan hidup Masmindo. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari lingkungan sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Pekan lingkungan itu akan berlangsung selama 8 hari; 4 hingga 11 Juni 2023.
Kepala Teknik Tambang dan Site Manager Masmindo Mustafa Ibrahim mengatakan momen peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini sesuai arahan Direktur Teknik dan Lingkungan atau Kepala Inspektur Tambang tentang pengendalian sampah plastik.
Di momen ini, Mustafa mengajak seluruh karyawan dan mitra kerja Masmindo Tambang ikut serta dalam pengendalian sampah plastik.
“Kami berharap dengan adanya sejumlah inovasi lingkungan yang digagas dan diterapkan Masmindo akan semakin meningkatkan kesadaran dan semangat semua pihak untuk terus bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mustafa.
Masmindo juga terus konsisten melestarikan lingkungan — bersama Dinas Lingkungan Hidup Luwu, Masmindo mencanangkan gerakan sejuta pohon pada 23 Maret 2022 lalu yang bertepatan Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia.
“Saat ini lebih dari 20.000 bibit telah didistribusikan kepada warga masyarakat, terutama di lingkar tambang, dan kali ini program penanaman kembali dilakukan di sekolah-sekolah yang berada dilingkar tambang,” kata Mustafa.
“Selain itu, secara terus-menerus Masmindo juga melakukan sosialisasi tentang penanganan sampah rumah tangga dan praktik pembuatan kompos, yang terutama ditargetkan bagi warga masyarakat di desa-desa terdekat tambang,” sambungnya.
Pekan Lingkungan Hidup Masmindo ini diawali apel bersama seluruh karyawan dan mitra Masmindo di Awak Mas Camp pada Senin pagi 5 Mei 2023. Apel tersebut dipimpin langsung Kepala Teknik Tambang (KTT) & Site Manager Masmindo Mustafa Ibrahim.
Usai apel tersebut, kegiatan dilanjutkan gerakan kebersihan di sekitar wilayah kerja Masmindo maupun kantor perwakilan MDA di Belopa serta kantor rekanan perusahaan. Gerakan itu berhasil mengumpulkan sampah yang sebagian besar berjenis plastik. Dan peserta yang mengumpulkan sampah paling banyak mendapatkan hadiah khusus.
Kegiatan lain yang dilakukan Masmindo dalam pekan lingkungan tersebut adalah kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di sekolah-sekolah; pembuatan film dokumenter tentang sejumlah inovasi lingkungan Masmindo.
Selain itu kegiatan lain, sosialisasi pembuatan kompos dan daur ulang sampah, serta pencanangan pendampingan gerakan reduce-reuse-recycle (3R). Sejumlah kegiatan dimaksud melibatkan sekolah-sekolah terdekat perusahaan yang diatur bergiliran, seperti SMP Setia Ranteballa, SMP 3 Bastem di Tobarru, SMA 16 Luwu di Kadundung, SMP Ulusalu, Madrasah Tsanawiyah Ulusalu, dan SMA 7 Luwu di Belopa.
Pekan Lingkungan Hidup Masmindo 2023 kali ini juga dilakukan sejumlah inovasi lingkungan yang dimotori Departemen Lingkungan MDA. Salah satu inovasi yang terus diterapkan secara intensif di lokasi kerja Masmindo adalah teknik lappa-lappa yang bertujuan untuk revegetasi dan kestabilan lereng.
Nama Inovasi itu berasal makanan khas Luwu: lappa-lappa. Dibuat dengan memanfaatkan potongan tanaman semak Kopasanda atau Chromolaena odorata, yang banyak ditemukan di sekitar Camp Awak Mas.
Potongan tanaman kopasanda yang dikumpulkan diikat menyerupai bentuk makanan lappa-appa (seperti guling) berdiameter 15-20 cm dengan panjang menyesuaikan tinggi tanaman, dan diikat di 3–4 bagian.
Lappa-lappa yang telah terkumpul selanjutnya dipasang melintang sesuai garis kontur bidang lahan, dan diperkuat dengan pasak batang tanaman hidup, seperti Gamal (Gliricidia sepium).
Aplikasi itu dikombinasikan dengan penanaman bijih legume cover crop (LCC) dengan metode tugal. Jarak antara satu lajur lappa-lappa dengan lainnya disesuaikan dengan kemiringan : jika kondisi curam, jaraknya makin dekat, dan bila cukup landai jaraknya cukup jauh.
Batang-batang tanaman kopasanda yang terikat bisa menahan material erosi dari lahan terbuka di bagian hulu. Dan ketika tanaman kopasanda dan LCC tumbuh membesar, perakarannya akan makin baik menahan material erosi, serta menjadi tambahan asupan nutrisi bagi tanaman tersebut untuk bisa lebih tumbuh dan berkembang, sehingga potensi erosi bisa semakin diminimalkan.










