Matainformasi.com. Luwu – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ritamariani bertandang ke kantor Bupati Luwu untuk menyerahkan rincian anggaran kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) BKKBN Tahun 2023 dan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) kepada Bupati Luwu senilai Rp 6,7 Miliar.
Andi Ritamariani mengungkapkan, bantuan DAK yang diserahkan ke Pemerintah Luwu untuk membiayai operasional kegiatan prioritas nasional salah satunya percepatan penurunan angka stunting.
“Dana Alokasi Khusus Sub Bidang KB merupakan anggaran yang dialokasikan ke daerah untuk membiayai operasional kegiatan program prioritas nasional dalam pelaksanaan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang menjadi urusan daerah termasuk percepatan penurunan stunting,” ucap Andi Ritamariani.
Terlebih Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi pelaksanaan program penurunan stunting di Luwu telah berjalan dengan baik, hal itu diakuinya melihat angka prevalensi stunting di Luwu telah mencapai 9,3 persen.
“Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting, apalagi keterlibatan Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah daerah sangat aktif sehingga sosialisasi terus berjalan hingga di tingkat desa,” imbuhnya.
Sebelumnya juga Andi Ritamariani dalam kunjungannya itu selain menyerahkan bantuan tersebut dirinya mengecek seperti apa rapat koordinasi pemerintah daerah beserta tim percepatan stunting di Luwu.
Hal itu dilakukan Andi Ritamariani untuk melihat upaya yang telah dilakukan Pemerintah Luwu dalam penurunan angka stunting tahun 2022 serta rencana kegiatan apa yang akan dikerjakan tahun 2023.
Sementara itu, Bupati Luwu Basmin Mattayang menuturkan, Pemerintah Kabupaten Luwu selalu optimis mensukseskan program pemerintah pusat salah satunya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Olehnya itu, dirinya berterima kasih atas bantuan diterima Pemkab Luwu yang salah satu peruntukannya penurunan angka Stunting. Basmin yakin Pemkab Luwu dapat menurunkan angka Stunting berkat koordinasi semua pihak.
“Terima kasih atas bantuan ini, insya Allah kami akan manfaatkan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan program pemerintah percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Luwu. Kami selalu optimis, ini berjalan dengan baik karena semua stakeholder saling berkoordinasi dan berkolaborasi untuk meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat Kabupaten Luwu,” kata Basmin Mattayang.
Untuk mencapai hasil maksimal, Bupati berharap agar Tim percepatan Penurunan Angka Stunting Kabupaten Luwu lebih sering ke lokasi mengecek apa saja kebutuhan para kader kemudian segera laporkan dan dicarikan solusinya.
Ihwal lain yang disampaikan Bupati 2 periode ini dalam pertemuan itu bagaimana memenuhi gizi keluarga di Luwu. Dalam kesempatan itu, Dirinya menyampaikan kepada masyarakat Luwu untuk rajin menanam pohon kelor, minimal katanya, 1 rumah 1 pohon kelor.
“Daun Kelor ini memiliki banyak khasiat dan kaya akan gizi, sehingga ini perlu kita lestarikan. Selain itu, kebersihan harus tetap dijaga, terutama di lokasi fasilitas kesehatan seperti di posyandu,” imbuhnya.(*)










