Matainformasi. Com, Luwu – Bupati Luwu, H. Patahudding, mengambil langkah cepat dengan membuka pintu air saluran sekunder Padang-padang Daerah Irigasi (DI) Tomatoppe di Desa Kurusumanga, Kecamatan Belopa, sebagai solusi darurat menyambut musim tanam kedua tahun ini. Langkah ini menjadi respons atas kerusakan sistem irigasi akibat banjir besar pada Mei 2024 lalu, yang menyebabkan 1.000 hektar sawah di enam desa gagal tanam dan merugi hingga puluhan miliar rupiah.
“Begitu dilantik, saya langsung menerima laporan tentang sawah seluas 1.000 hektar yang gagal tanam. Ini tidak boleh dibiarkan. Kami segera ambil langkah konkret dengan mengalirkan air dari DI Tomatoppe ke daerah yang terdampak akibat rusaknya Bendung Radda,” ujar Bupati H. Patahudding.
Kepala Dinas PUTR Luwu, Ikhsan Asaad, menjelaskan bahwa solusi teknis dilakukan dengan membangun bangunan sadap dan pintu air baru menggunakan dana APBD 2025 sebesar Rp350 juta. Pekerjaan tersebut kini rampung dan mulai difungsikan.
“Dengan dukungan penuh dari Bupati, suplai air kini telah mengalir kembali ke 1.000 hektar sawah yang selama ini kekeringan,” kata Ikhsan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, menyatakan bahwa dua musim tanam yang gagal membuat kerugian petani di enam desa mencapai Rp36 miliar. Berkat intervensi cepat Bupati, kini para petani bisa kembali mengolah sawah mereka.
“Kerugian besar ini tidak akan terus berlanjut karena air sudah kembali mengalir. Harapan kita, petani bisa segera tanam di musim kedua tahun ini,” ucap Islamuddin.
Adapun sawah-sawah terdampak yang kini kembali mendapatkan pasokan air tersebar di enam desa: Pasamai, Senga Selatan, Kasiwiang, Cakkiawo, Malela, dan Cimpu Utara. Sementara itu, Pemkab Luwu juga terus berupaya membenahi sistem irigasi utama di Bendung Suplesi Radda agar pasokan air dapat kembali normal seclara permanen.(*)










