Makassar, 17 Juli 2024 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) telah menandatangani Memorandum

by
banner 728x90

Matainformasi. Com, Luwu – Of Understanding (MOU) dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Untuk kerjasama tahap pertama ini MDA akan berkolaborasi dengan Tim Kajian Kebencanaan

UNHAS yang dibentuk oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis

banner 336x280

Universitas Hasanuddin. Tim Kajian berasal dari berbagai disiplin ilmu (multidisiplin), yakni

Teknik Geologi (Kebencanaan), Teknik Sipil (Infrastruktur), Kehutanan (Konservasi Hutan),

Sosial (Kebijakan Publik), dan Manajemen Kebencanaan.

MOU ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan mitigasi dan penanganan bencana di

wilayah operasional MDA, khususnya di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ini sejalan dengan

arahan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan dalam rapat koordinasi

bersama Komisi IV DPR RI dan seluruh pihak terkait di Kantor BPKHTL Wilayah VII Makassar,

beberapa pekan silam. Pj Gubernur meminta setiap perusahaan agar lebih memperhatikan

upaya pencegahan bencana.

Kabupaten Luwu menempati posisi pertama pada Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) di

Sulawesi Selatan. Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, pada kurun 2015-2021,

Kabupaten Luwu berada di posisi kedua setelah Kota Palopo. Namun pada 2022-2024

Kabupaten Luwu memiliki IRBI tertinggi atau berada di peringkat pertama

(https://inarisk.bnpb.go.id/irbi#). Jika ditinjau dari peta zona kerentanan gerakan tanah dan

peta bahaya longsor, Luwu berada pada zona merah.

Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir menyatakan, “Kerjasama ini tidak hanya fokus pada

kegiatan operasional pertambangan yang berwawasan lingkungan, namun juga terhadap

peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang kesemuanya itu beralaskan pada prinsip

good governance dan complianceship secara korporasi.

Trisakti menambahkan bahwa kerjasama dengan Tim Kajian Kebencanaan UNHAS juga

melibatkan semua pihak termasuk otoritas terkait. “Kami optimis dapat memberikan

kontribusi nyata dalam upaya mitigasi bencana dan meminimalisir risiko di wilayah

operasional MDA dan sekitarnya,” tandas Trisakti.

Penandatanganan MOU ini menandai awal dari berbagai program dan kegiatan yang akan

dilaksanakan oleh kedua belah pihak, seperti penelitian bersama, pengembangan sistem

peringatan dini, pelatihan tanggap darurat, kampanye kesadaran masyarakat mengenai

mitigasi bencana, dan program-program lainnya.***

DISCLAIMER: Siaran Pers ini mungkin berisi informasi keuangan, proyeksi, rencana, strategi, dan tujuan PT Masmindo Dwi

Area yang bukan merupakaan pernyataan fakta historis yang dapat dianggap sebagai pernyataan mendatang (forward-

looking statement) seperti yang didefinisikan oleh peraturan yang berlaku. PT Masmindo Dwi Area dan/atau afiliasinya

dan/atau pihak lain tidak bertanggung jawab atas akurasi dan kelengkapan pernyataan mendatang (jika ada) dalam Siaran

Pers ini. Siaran Pers atau bagian manapun yang ada di dalamnya tidak dapat menjadi dasar bagi kontrak atau komitmen apapun. (*)

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *