Matainformasi.com, Luwu – Pengurus DPD IPARI Luwu masa jabatan 2023 – 2027 resmi dilantik. Muhlisa Penyuluh Agama Islam Kecamatan Walenrang secara otomatis menjabat sebagai Ketua IPARI Luwu. Pelantikan itu diadakan di Aula Haji Kemenag Luwu, Kamis, 7 Desember 2023. Menurut laporan panitia sebanyak 80 pengurus terdiri dari Penyuluh Agama Islam, Kristen, dan Katolik dilantik bersama.
Icha sapaan Akrab Ketua IPARI Luwu menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyuluh agama di Luwu atas kepercayaan mereka terhadap dirinya menjabat sebagai ketua IPARI Luwu.
Dirinya juga mengapresiasi akan segera menyusun dan menjalankan program – program IPARI Luwu bersama para pengurusnya. Muhlisa menerangkan juga melalui IPARI para penyuluh agama di Luwu meningkatkan kompetensi dan kualitas profesinya.
“Kita saat ini memasuki era digitalisasi, melalui IPARI, kita mendorong teman-teman penyuluh untuk bisa meningkatkan kompetensinya sebagai seorang penyuluh,” kata dia.
Dirinya juga berharap para pengurus IPARI Luwu bisa menjadi garda terdepan Kementerian Agama RI dalam menyukseskan program bidang-bidang Kemerdekaan Agama.
Sementara itu Kepala Kementerian Agama Luwu Nurul Haq mengucapkan selamat kepada para pengurus IPARI Luwu. Dirinya juga mengapresiasi, atas terbentuknya organisasi profesi penyuluh ini. Dirinya berpesan agar antar sesama penyuluh tersebut untuk selalu menjaga kebersamaan.
“Saya juga percaya pengurus IPARI Luwu di bawah kepemimpinan Ibu Icha bisa menjalankan program program IPARI ke depan bersama para pengurusnya,” ucap Nurul Haq usai melantik pengurus tersebut.
Dirinya juga menyarankan agar para pengurus organisasi penyuluh ini untuk segera melakukan rapat kerja bersama agar tahun depan sudah bisa menjalan program program IPARI.
“Saya sarankan untuk tidak membuat banyak program, biar sedikit tapi berjalan dari banyak program tidak ada yang jalan sama sekali,” ucapnya. “Kalau bisa buat program sesuai visi-misi pemerintah Kabupaten Luwu”.
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakf Kanwil Kemenag Agama Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Gaffar menuturkan, ASN seperti Guru dan penyuluh disarankan untuk bergabung dalam organisasi profesi. Sebab tugas dan tanggung jawabnya tidak ringan.
“Makanya kita semua, melalui organisasi profesi ini, bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi kita sebagai penyuluh. Apalagi tugas kita ini tidak mudah,” katanya. Olehnya itu dirinya berpesan agar bisa melakukan koordinasi organisasi sebulan satu kali.
“Fungsi IPARI bagaimana menyediakan dan saling berbagi informasi sesama profesi. Bagaimana saling mengisi satu sama lain karena tugas penyuluh ini selalu dituntut berinovasi di masyarakat tengah,” ucapnya.
Dirinya juga mengungkapkan jika penyuluh agama secara regulasi terbagi dalam dua kategori yang ASN (PNS dan PPPK) serta Non ASN – PPPK ini sama dengan PNS , “PPPK memiliki hak dan kewajiban sama dengan PNS. Ke depan PPPK juga bisa menjadi Kepala KUA,” ungkapnya .
Terkait masih banyaknya honorer penyuluh agama, Abdul Gaffar menjelaskan sebelum tahun 2025 pemerintah akan melakukan pemetaan dan semua bisa diangkat menjadi ASN.
“Teman-teman yang jujurjangan berkecil hati. Pemerintah akan melakukan pemetaan sebelum Desember 2025 semua honerer bisa diangkat menjadi ASN, Insyaallah. Regulasi ini sementara digodok,” ujarnya. “Bersamaan juga, tahun 2025 sudah tidak ada lagi yang menarik”. (*)
Pengurus inti IPARI Luwu masa bakti 2023-2027
Ketua Umum : Muhlisa Penyuluh Agama Islam Walenrang Utara.
Ketua I : Asrimuddin Penyuluh Agama Islam Walenrang Timur.
Ketua II : Rahmawati Penyuluh Agama Islam Belopa Utara.
Sekretaris Umum: Ardi Ansyah Penyuluh Agama Islam Larompong
Sekretaris I : Cornelius Timang Penyuluh Agama Katolik.
Sekretaris II : Irma Nurcahyani Penyuluh Agama Islam Kamanre
Bendahara Umum : Jumrana Penyuluh Agama Islam Belopa Utara.
Bendahara I : Sitti Hisbah Jahja Penyuluh Agama Islam Ponrang.
Bendahara II : Riskiana Anas Penyuluh Agama Islam Suli.










